FIVE NEWS – Menuju 500 Tahun Jakarta, Jakarta Jati Diri Indonesia Megapolitan Dunia.

Dua tahun lagi, tepatnya pada 22 Juni 2027, Jakarta akan menapaki usia emas setengah milenium: 500 tahun. Lima abad. Sebuah perjalanan yang dimulai dari pelabuhan kecil Sunda Kelapa, berganti nama menjadi Batavia yang kolonial, hingga kini menjadi Jakarta, jantung, sekaligus cermin Jati Diri Indonesia.

Namun, merayakan 500 tahun bukan sekadar pesta kembang api. Ini adalah panggilan bangun bagi setiap warga untuk menjawab pertanyaan krusial: Sejauh mana kita serius menjadikan Jakarta sebagai

Jakarta: Lebih dari Sekadar Kemacetan

Mari kita jujur. Saat ini, Jakarta sudah masuk daftar teratas kota metropolitan terbesar di dunia, bahkan mengalahkan Seoul dan New York dalam hal populasi aglomerasi. Kita punya gedung pencakar langit, jaringan transportasi modern (MRT, LRT, Transjakarta) yang mulai terintegrasi, dan denyut ekonomi yang menjadi urat nadi Indonesia dan Asia.

Tapi, kemegahan fisik itu seringkali tertutup oleh narasi lama: macet, banjir, polusi, dan kesenjangan.

Inilah tantangan terbesar menuju usia ke-500. Dengan status Ibu Kota Negara yang akan beralih, Jakarta menghadapi kesempatan unik, yang hanya datang sekali dalam lima abad: bertransformasi total.

Jakarta tidak lagi harus menjadi pusat pemerintahan. Beban itu sudah terangkat. Kini, Jakarta bisa fokus menjadi pusat peradaban global yang sesungguhnya: pusat ekonomi kreatif, inovasi digital, financial hub, dan yang terpenting, episentrum budaya Indonesia.

Menjaga Jati Diri di Tengah Globalisasi

Visi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjadikan kota ini sebagai “Kota Global” adalah langkah yang tepat. Namun, predikat Global City tidak hanya diukur dari jumlah kantor multinasional atau tinggi gedung. Ia diukur dari kualitas hidup warganya dan kekuatan identitas budayanya.

Inilah mengapa slogan “Jakarta Jati Diri Indonesia” harus dimaknai lebih dalam.

Pertama, Inklusivitas. Kota global harus adil. Perpindahan IKN memberi peluang untuk meredistribusi pembangunan ke wilayah pinggiran dan Utara Jakarta yang selama ini ‘tertinggal’. Kita harus memastikan setiap warga, dari Koja hingga Kebayoran, merasakan manfaat kemajuan, bukan hanya segelintir kaum elit di Sudirman dan Thamrin. Kesenjangan adalah bom waktu.

Kedua, Keberlanjutan. Lima abad ke depan, Jakarta tidak boleh tenggelam, secara harfiah maupun kiasan. Target ambisius masuk Top 20 Global City pada 2045 hanya akan tercapai jika kita berani mengatasi masalah lingkungan yang mendasar: polusi udara, krisis air bersih, dan ancaman penurunan permukaan tanah. Pembangunan infrastruktur harus beriringan dengan komitmen hijau yang radikal.

Ketiga, Budaya Betawi sebagai Pembeda Global. Tokyo punya Zen, Paris punya haute couture. Jakarta harus punya Betawi sebagai wajah pembeda di kancah dunia. Bukan sekadar ikon di museum atau tontonan di acara formal, tapi sebagai napas sehari-hari yang berpadu dengan modernitas, dari kuliner, seni, hingga arsitektur. Jati diri inilah yang akan membuat investor dan turis internasional memilih Jakarta, bukan kota global lainnya.

Momentum Emas Milik Kita

Periode menuju 2027 ini adalah fase krusial. Ini adalah momen untuk menata ulang aset tak berwujud, memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, dan memastikan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat berjalan solid.

Jakarta sudah terbukti mampu. Kita adalah kota yang tahan banting, yang sudah melewati zaman kolonial, pergolakan politik, hingga krisis ekonomi. Kita adalah kota dengan energi tak terbatas, yang menjadi tempat jutaan mimpi dari seluruh Nusantara bertumbuh.

Di usianya yang ke-500, Jakarta tidak boleh menjadi kota yang ‘ditinggalkan’ setelah IKN pindah. Sebaliknya, Jakarta harus melompat jauh menjadi kota yang memimpin—bukan karena statusnya, tetapi karena kualitas, inovasi, dan kemampuannya merangkul masa lalu sekaligus mendefinisikan masa depan.

Mari kita pastikan bahwa ketika perayaan akbar 500 tahun tiba, kita tidak hanya merayakan sejarah, tetapi juga meresmikan sebuah Megapolitan Dunia yang sejati: Jakarta, tempat Jati Diri Indonesia bersinar paling terang.

Apakah Anda, sebagai bagian dari Jakarta, siap menjadi aktor perubahan ini?

About Author

Five News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *