FIVE NEWS, JAKARTA – Kolaborasi Kota Global Budaya Bawa Jakarta ke Pentas Dunia. Jakarta sekarang sedang melakukan transformasi menuju kota global yang berdaya saing, lho. Nah, hal ini dibuktikan dengan partisipasinya dalam berbagai program kolaboratif dengan kota-kota di seluruh dunia. Berita baik terbaru adalah terpilihnya Jakarta sebagai satu dari 19 kota yang akan berpartisipasi dalam Leadership Exchange Programme (LEP) putaran ketiga yang diinisiasi oleh World Cities Culture Forum (WCCF). Kalian pasti bertanya-tanya sebenarnya ini event apa ya? Nah, LEP merupakan program tahunan yang diselenggarakan sejak 2018, memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pembelajaran tentang kebudayaan dan kreativitas antar kota-kota dunia.

Pada putaran ketiga, Jakarta menjalin sinergi dengan kota Milan, Italia. Dalam kolaborasi tersebut, Jakarta mengusung program “Titik Temu” (The Meeting Point). Program ini bertujuan untuk menyatukan kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya di tingkat komunitas lokal, sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Inisiatif ini bertujuan untuk menghidupkan dan mengembangkan titik-titik budaya di 44 kecamatan dan 267 kelurahan Jakarta menjadi pusat kebudayaan yang berkelanjutan dan inklusif. Program ini juga dirancang untuk memperkaya pengalaman budaya warga Jakarta menjelang perayaan usia lima abad kota pada tahun 2027, dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat.

Mochamad Miftahulloh Tamary, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, menyatakan bahwa partisipasi Jakarta dalam program ini adalah momentum penting untuk memperkuat peran budaya dalam membentuk identitas kota. “Kami berharap, kolaborasi ini dapat menghadirkan karya seni publik yang tidak sekadar hadir sebagai karya, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga dan kedekatan emosional terhadap budaya Jakarta,” kata Miftah di Jakarta pada Selasa (7/10).

LEP putaran ketiga turut melibatkan sejumlah kota-kota global lainnya. Selain Jakarta dan Milan, sejumlah kota-kota besar di dunia ikut terpilih, mulai dari New York, London,  São Paulo, Barcelona, Toronto, hingga Dubai. Adapun secara keseluruhan, 19 partisipan juga mencakup beberapa kota global di dunia, seperti Amsterdam, Boston, Cologne, Guangzhou, Kyiv, Los Angeles, Montréal, San Francisco, Stockholm, Vancouver, dan Warsawa.

Kota-kota ini menyajikan ide-ide mereka sesuai dengan topik utama yang telah ditentukan, mencakup berbagai isu strategis, seperti:

  • Membangun ekonomi malam yang tangguh (Amsterdam, Cologne, Dubai, Guangzhou, London, San Francisco, Stockholm, Toronto);
  • Mengembangkan silver economy (Guangzhou, London);
  • Menata ulang praktik peringatan di ruang kota (Amsterdam, London, New York, Kyiv, Warsawa);
  • Mendukung tenaga kerja ekonomi kreatif (Boston, São Paulo);
  • Menciptakan seni publik berbasis ko-kreasi (Jakarta, Milan);
  • Menjadikan jalan utama ramah pejalan kaki (Barcelona, London);
  • Mengembangkan kota film yang sukses (London, Los Angeles, New York, Montréal, Toronto, Vancouver).

Justine Simons OBE, pendiri dan ketua World Cities Culture Forum (WCCF) sekaligus Wakil Wali Kota London Bidang Kebudayaan dan Industri Kreatif, menegaskan bahwa kolaborasi antarkota mampu menciptakan perubahan besar. Ia menyatakan, “Ketika para pemimpin kota berbagi ide terbaik dan belajar dari praktik nyata, kita mempercepat transformasi dan membuka potensi budaya untuk membangun masa depan kota yang lebih baik.”

Kolaborasi Kota Global Budaya Bawa Jakarta ke Pentas Dunia

Kolaborasi Kota Global Budaya Bawa Jakarta ke Pentas Dunia
Kolaborasi Kota Global Budaya Bawa Jakarta ke Pentas Dunia

Senada dengan Simons, Direktur WCCF, Laia Gasch, menyoroti pentingnya kolaborasi dan pembelajaran antarkota dalam menghadapi tantangan global seperti pertumbuhan penduduk, migrasi, perubahan iklim, dan ketimpangan sosial. “Leadership Exchange Programme hadir untuk memperkuat kerja sama dan mempercepat perubahan,” tambahnya.

Sebagai informasi nih, Smartcitizen, World Cities Culture Forum (WCCF) itu adalah jaringan global yang menghimpun pemimpin dari lebih 45 kota kreatif di enam benua. Forum ini memiliki  fungsi sebagai wadah untuk bertukar pengetahuan, kebijakan, dan riset guna memperkuat peran budaya sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Jadi, kita sebagai warga Jakarta patut berbangga dengan terpilihnya Jakarta pada ajang ini. Itu menandakan bahwa kota kita semakin diakui di pentas global. Kamu juga bisa ikut berperan dan berkontribusi dengan melestarikan budaya-budaya khas DKI Jakarta, meskipun hanya sekadar hadir sebagai penonton. Karena sekecil apapun kontribusimu, pastinya akan tetap menjadi dorongan besar bagi Jakarta untuk menjadi kota global yang berbudaya. Kamu bisa mencari informasi seputar acara budaya apa saja yang sedang digelar di Jakarta melalui kanal media sosial resmi Jakarta Smart City atau ke Five News, termasuk Instagram @jsclab, dan juga fitur Berita pada aplikasi Jakarta Kini atau JAKI yang dapat kamu unduh di Google Play Storedan Apple App Store.

About Author

Five News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *