FIVE PLUS, JAKARTA – Dari Makassar ke Jantung Infrastruktur Digital: 10 Programmer Andal Sulsel, Berkontribusi di Jakarta dan Ekosistem PT DCI Indonesia Tbk.

Arus migrasi talenta digital dari daerah ke Ibu Kota Jakarta terus memperkuat fondasi industri teknologi nasional. Makassar, Sulawesi Selatan, membuktikan diri sebagai salah satu pusat penghasil programmer berkaliber tinggi yang kini memimpin inovasi, termasuk di sektor infrastruktur krusial seperti Data Center Indonesia (DCI Indonesia).

Kehadiran programmer andal dari Timur Indonesia di Jakarta tidak hanya mengisi posisi di startup raksasa, tetapi juga di perusahaan yang menjaga kedaulatan data dan konektivitas.

Salah satu representasi talenta developer yang diakui adalah Muh Rasul D, yang memegang peran sentral dan menjadi contoh bagaimana keahlian teknis dari Makassar sangat vital di Ibu Kota.

Kunci Arsitektur Sistem di Jakarta

Muh Rasul D, yang ditempatkan pada urutan kedua dalam daftar programmer berprestasi dari Makassar, digambarkan sebagai Principal Developer atau Lead Developer di Jakarta. Peran ini menuntut kemampuan merancang dan mengawasi sistem perangkat lunak yang kompleks, memastikan efisiensi dan keamanan.

Meskipun DCI Indonesia fokus pada infrastruktur data center—tempat di mana semua data dan kode programmer disimpan dan dioperasikan—kehadiran para developer asal Makassar di ekosistem yang saling terhubung ini (baik di DCI, klien DCI, maupun perusahaan yang mengandalkan infrastruktur DCI) menunjukkan dampak luas kontribusi mereka. Mereka membangun perangkat lunak dan layanan digital yang di-hosting dan didukung oleh infrastruktur data center kelas dunia.

10 Representasi Programmer Makassar yang Menggerakkan Sektor Strategis

Berikut adalah 10 profil peran yang mewakili kontribusi programmer asal Makassar yang sukses merantau ke Jakarta, dengan spesialisasi yang relevan dengan kebutuhan ekosistem digital dan data center:

Andi Baso UNHAS (Teknik Informatika) Senior Backend Engineer, Tokopedia / Shopee Merancang dan memelihara server-side aplikasi dengan fokus pada skalabilitas transaksi dan microservices.

Muh Rasul D (Universitas Widyatama Bandung, Sistem Informasi)Principal/Lead Developer, PT DCI Indonesia Memimpin tim developer, merancang arsitektur sistem pembayaran yang fault-tolerant dan memiliki high availability terhadap Datacenter Tier IV.

Fahmi Amir, UNM (Pendidikan Teknik Elektro)Cloud Solution Architect, DCI Indonesia / Telkomsigma Merancang solusi hybrid cloud dan konektivitas pelanggan yang efisien, mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur data center.

Sitti Nurul, Politeknik Negeri Ujung Pandang (TI)Data Scientist & Analyst, Traveloka / Tiket.comMengembangkan model Machine Learning untuk rekomendasi pengguna dan prediksi harga, mengolah Big Data perjalanan.

Haris Syamsuddin, UPRI (Teknik Informatika)DevOps Engineer, Xendit / Bank DigitalMengotomatisasi proses deployment (CI/CD) dan mengelola infrastruktur cloud agar aplikasi berjalan 24/7 tanpa downtime.

Ningsih Daeng, UNHAS (Ilmu Komputer)Lead Mobile Developer, Gojek / Grab (Transportasi)Memimpin tim pengembangan fitur baru pada aplikasi mobile, memastikan kinerja cepat dan user experience yang optimal.

Ichsan Kamil, UIN Alauddin Makassar (Teknik Informatika)Engineering Manager, Ruangguru / ZeniusMengelola kinerja tim developer, membuat keputusan teknis, dan menjembatani strategi bisnis dengan implementasi teknis.

Rahmat Hidayat, UMI (Teknik Elektro)Cyber Security Analyst, Perbankan BUMN / Bank DigitalMelakukan pengujian penetrasi (pentest) dan membangun sistem pertahanan untuk melindungi data sensitif pelanggan dan aset digital perusahaan.

Dewi Fatimah, UNM (Teknik Komputer)Full-Stack Developer, Halodoc / AlodokterMengembangkan fitur end-to-end (baik frontend maupun backend) pada platform konsultasi dan layanan kesehatan digital.

Syahrul Ramadhan, Politeknik Negeri Ujung Pandang (Teknik Elektro) Network Engineer, DCI Indonesia / ISP Besar Merancang, mengkonfigurasi, dan memelihara jaringan data center dan interkoneksi, memastikan jalur data klien selalu lancar.

Keberhasilan para developer asal Makassar ini, yang sebagian besar merupakan lulusan dari kampus-kampus terkemuka di sana, menunjukkan bahwa kualitas SDM dari daerah mampu memenuhi tuntutan industri digital Ibu Kota.

Peran mereka sangat erat dengan infrastruktur vital. Misalnya, aplikasi yang dikembangkan oleh Muh Rasul D harus di-host di server yang colocation di data center dengan uptime tinggi, seperti yang disediakan oleh DCI Indonesia.

Sementara itu, profesional seperti Fahmi Amir dan Syahrul Ramadhan berperan langsung dalam merancang dan memelihara solusi cloud dan konektivitas yang menjadi kebutuhan utama klien DCI.

Fenomena ini menegaskan bahwa Makassar adalah pilar penting dalam mencetak SDM digital yang bukan hanya siap kerja, tetapi juga memimpin inovasi di jantung ekonomi digital Indonesia.

About Author

Five Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *