FIVE NEWS – IHSG Ke Level 8200 Asing Borong Saham Bank Teknologi Cuan Besar.
JAKARTA, 30 Oktober 2025 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak rally pada sesi perdagangan hari ini, didorong oleh aksi beli masif dari investor asing dan optimisme terhadap rilis kinerja Kuartal III 2025 yang kuat dari emiten Big Caps.
Pada pertengahan sesi perdagangan, IHSG terpantau menguji level psikologis 8.200, melanjutkan penguatan signifikan yang tercipta sejak penutupan kemarin. Lonjakan ini didukung oleh dana asing yang secara konsisten masuk ke pasar domestik.
💰 Dana Asing Serbu Sektor Big Caps
Sentimen utama pendorong kenaikan ini adalah masuknya dana asing dalam jumlah besar. Investor asing mencatatkan Net Buy (Beli Bersih) yang substansial sejak awal pekan, dengan fokus utama pada dua sektor yang memiliki fundamental kuat dan proyeksi pertumbuhan yang jelas: Perbankan Jumbo dan Teknologi.
Bank Kapitalisasi Besar (Big Caps): Saham-saham bank papan atas seperti BBCA (Bank Central Asia) dan BBRI (Bank Rakyat Indonesia) menjadi target utama. Kinerja laba Kuartal III yang melampaui ekspektasi menjadi katalis utama, menegaskan posisi mereka sebagai pilar utama kestabilan dan pertumbuhan pasar modal.
Saham Teknologi: Sektor teknologi, terutama emiten yang berfokus pada digital service dan fintech, juga diborong asing. Investor melihat sektor ini diuntungkan oleh percepatan adopsi Kecerdasan Buatan (AI) dan digitalisasi ekonomi Indonesia yang masif.
🏦 Pernyataan Analis: Overweight pada Sektor Finansial
Head of Research [Nama Lembaga Keuangan Fiktif] dalam keterangannya hari ini menyatakan bahwa momentum beli di pasar Indonesia sangat kuat, didorong oleh data fundamental yang solid, bukan sekadar sentimen.
“Pergerakan IHSG menuju 8.200 adalah indikasi bahwa pasar global memandang Indonesia sebagai safe haven di tengah gejolak global (The Fed dan Komoditas). Kami merekomendasikan status Overweight pada sektor finansial. Laba perbankan jumbo yang tebal memberikan kepastian return dan potensi dividen besar, yang sangat disukai oleh investor institusi asing,” jelas Analis tersebut.
📉 Komoditas Menarik, Pasar Fokus Domestik
Meskipun pasar komoditas global menunjukkan tekanan (Harga Minyak Mentah dan CPO cenderung melemah), sentimen negatif ini tidak mampu membendung laju IHSG. Investor domestik saat ini lebih berfokus pada narasi kuat pertumbuhan ekonomi nasional, didukung oleh daya beli masyarakat dan belanja infrastruktur.
Lonjakan IHSG ke level 8.200 ini menjadi sinyal kuat bahwa likuiditas di pasar domestik sangat besar, dan saham-saham dengan fundamental cemerlang (terutama perbankan dan teknologi) adalah pilihan utama untuk meraih Cuan Besar di penghujung tahun 2025.
